Histeroskopi & Laparoskopi Diagnostik

Histeroskopi diagnostic. Histeroskopi adalah alat penting dalam penatalaksanaan infertilitas, keguguran berulang, atau perdarahan rahim abnormal. Histeroskopi diagnostik digunakan untuk memeriksa rongga rahim, dan sangat membantu diagnostik kondisi abnormal rahim seperti mioma, polip, dan kelainan kongenital.
Sebelum menjalani pemeriksaan dengan histeroskopi, dapat dilakukan pemeriksaan histerosalpingografi atau biopsi (pengambilan jaringan untuk pemeriksaan dengan mikroskop) endometrium (lapisan selaput lendir dinding rongga rahim) terlebih dahulu.
 
Histeroskopi diagnostik biasanya dilakukan dengan pembiusan. Pasien biasanya tidak perlu dirawat, dan dapat pulang pada hari yang sama setelah tindakan selesai. Biasanya histeroskopi diagnostik dilakukan segera setelah menstruasi untuk mempermudah pemeriksaan, serta tidak mengganggu kehamilan yang mungkin telah terjadi.
Laparoskopi diagnostik
Hal ini yang dikenal sebagai second-look laparoscopy, biasanya dilakukan dalam beberapa hari, minggu, atau bulan setelah laparoskopi atau pembedahan pertama. Pada second-look laparoscopy ini dokter akan melihat hasil dari pembedahan sebelumnya, seperti apakah perlekatan yang telah dibebaskan timbul kembali, atau apakah jaringan endometriosis yang telah diangkat ternyata tumbuh kembali. Bila ditemukan keadaan demikian, langsung dilakukan tindakan operatif kembali.